Puasa Saat Safar Boleh Tapi Itu Bukan Kebaikan

Bismillah…

Sahabat Mabrur yang dirahmati Allah Swt. Hari ini adalah tanggal 17 Ramadhan 1438 H tepat 12 Juni 2017 Masehi, berarti sebentar lagi sebagian dari kita akan melakukan mudik lebaran ke kampung halamannya.

Berkaitan dengan mudik lebaran dalam kondisi puasa ini, Allah Swt dan Nabi Saw telah memberikan petunjuk bagaimana sebaiknya kita dalam menjalani puasa dalam kondisi mudik (pulang kampung).

Allah Swt berfirman dalam Al-Quran :

“… dan Barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu…” (QS. Al-Baqoroh 185)

Ketika dalam perjalanan bersama Rosulullah Saw, Hamzah bin Amru Al-Aslami ra bertanya kepada Nabi Saw :

Hamzah : Aku kuat berpuasa dalam perjalanan, berdosakah apabila aku berpuasa ?

Rosul : Berbuka puasa dalam perjalanan adalah suatu keringanan dari Allah, barang siapa  yang mempergunakan keringanan itu adalah baik, dan apabila yang lebih suka berpuasa, juga tidak berdosa” (HR. Muslim)

Jelaslah dari ayat dan hadits diatas bahwa diperkenankan kita tidak berpuasa dalam perjalanan (safar)  karena Allah Swt mencintai Hamba yang menerima keringanan dari-Nya, sesuai hadits berikut ini :

  1. Abu Umamah ra dan Anas ra mengatakan, Muhammad Rosulullah Saw bersabda, “Sungguh Allah mencintai sekiranya engkau menerima keringanan-Nya sebagaimana seorang hamba mencintai ampunan Tuhan-Nya” (HR. Thobroni)
  2. Ibnu Umar ra memberitakan, Muhammad Rosulullah Saw bersabda, “Sungguh Allah Yang Maha Tinggi dan Maha  Mulia mencintai orang-orang yang menerima keringanan-Nya, sebagaimana Allah membenci orang-orang yang melanggar larangan-larangan-Nya” (HR. Ahmad, Al-Bazzar dan Thobroni)

 

Sedangkan yang ingin terus berpuasa juga tidak masalah tetapi itu bukanlah kebaikan, sebagaimana beberapa hadits berikut ini :

  1. Jabir bin Abdullah ra mengisahkan, dalam suatu perjalanan Nabi Saw melihat seorang laki-laki dikerumuni orang banyak. Lalu beliau melindungi orang tersebut, dan bertanya, “Kenapa dia ?” orang-orang menjawab,”Dia berpuasa”. Nabi Saw bersabda, “Tidaklah termasuk kebaikan puasa dalam perjalanan, jika dengan puasa itu dia mendapatkan kesulitan karena perjalanannya jauh dan berat” (HR. Muslim)
  2. Ka’ab bin ‘Ashim Al-Asy’ary mengatakan, Muhammad Rosulullah Saw bersabda, “Tidak dikatakan berbuat kebajikan berpuasa dalam perjalanan” (HR. Nasa’i dan Ibnu Majah)
  3. Muhammad Rosulullah Saw bersabda, “Tidak dapat dikatakan berbuat baik seseorang berpuasa dalam perjalanan” (HR. Ahmad)

 

Demikian yang dapat kami sampaikan pada tulisan kali ini, semoga bermanfaat adanya. Terima kasih

.

 817 total views,  2 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat