Pelihara Binatang Ini Mengurangi Pahala dan Boleh Dibunuh

TravelMabrur.Com. Sahabat Mabrur yang kami muliakan, belakangan ini banyak sekali teman-teman kita yang hobi memelihara binatang, ada binatang yang dilarang untuk diperlihara, sesuai larangan dari Rosulullah Saw, bahwa dilarang penjualan anjing, mahar pelacur, dan uang seserahan untuk dukun (HR. Ath-Thobroni no.68)

Dalam kitab Al-Muwathtah’ Imam Malik berkata, “Karena itu dimakruhkan menjual anjing, baik yang berbahaya atau yang tidak berbahaya karena Rosulullah Saw melarang hasil penjualan anjing”

Dijelaskan dalam kitab Al-Umm bab Pembahasan Jual-Beli, bahwa yang dimaksud dengan mahar pelacur adalah uang yang diberikan kepada seseorang perempuan sebagai upah zina, dan yand dimaksud dengan seserahan dukun adalah harta yang diberikan kepada dukun sebagai upah atas praktik perdukunannya.

Pelihara anjing mengurangi pahala amal :

Imam Malik mengabarkan, dari Nafi’, dari Ibnu Umar, bahwa Rosulullah Saw bersabda, “Barangsiapa yang memelihara anjing kecuali untuk menjaga ternak atau anjing untuk berburu, maka hal itu mengurangi amalnya setiap hari sebesar 2 Qirath” (HR. Ath-Thobroni, no.13)

Keterangan : 1 Qirath adalah pahala sebesar gunung Uhud

Membunuh anjing halal hukumnya :

Imam Syafi’i mengabarkan kepada kami, dia berkata : Malik bin Anas mengabarkan kepada kami, dari Nafi’, dari Ibnu Umar, bahwa Rosulullah Saw memerintahkan untuk membunuh anjing. (HR. Ath-Thobroni, no. 14)

Berdasarkan hadist diatas, Imam Syafi’i berpendapat bahwa hasil penjualan anjing itu hukumnya tidak halal sama sekali. Oleh karena hasil penjualan anjing itu hukumnya tidak halal, maka konsekuensinya tidak diperbolehkan pula untuk memeliharanya, kecuali bagi orang yang suka berburu, petani, atau orang yang sengaja memeliharanya untuk menjaga ternak miliknya.

Nabi Saw bersabda, “Barangsiapa yang memiliki anjing selain anjing untuk berburu, menjaga tanaman atau menjaga ternak, maka hal itu mengurangi amalnya setiap hari sebesar dua Qirath” (HR. Al-Bukhori)

Tentang perintah Rosulullah Saw membunuh anjing menunjukkan bahwa seandainya anjing itu layak diambil pembayarannya, tentulah dia tidak boleh dibunuh, dan tentulah pemiliknya boleh menjualnya dan menghasilkan bayaran agar anjing itu berpindah kepada orang yang halal memiliknya.

Allah Swt telah menetapkan babi dan menghukuminya najis, setelah itu Allah Swt mengharamkannya. Oleh sebab itu tidak diperbolehkan menerima uang hasil penjualannya, baik secara tunai ataupun tempo.

Malaikat tidak masuk rumah yang ada anjing :

Rosulullah Saw bersabda, “Para malaikat tidak akan masuk ke sebuah rumah yang didalamnya ada anjing dan gambar” (HR. Al-Bukhori dan Muslim)

Aisyah rha mengisahkan, Jibril berjanjin kepada Rosulullah Saw untuk mendatangi beliau disuatu waktu. Maka tibalah waktu tersebut, namun Jibril tak kunjung datang menemui beliau. Ketika itu, tangan beliau memegang sebatang tongkat. Beliau melempar tongkat tersebut dari tangannya, seraya berkata, “Allah dan para utusannya tidak akan menyelisihi janjinya.” Beliau menoleh dan ternyata dibawah tempat tidur ada seekor anjing kecil, beliau berkata, “Hai Aisyah, kapan anjing itu masuk kesini?”, “Saya tidak tahu” jawab Aisyah. Beliau menyuruh anjing itu dikeluarkan. Setelah itu datang Jibril. Rosulullah Saw bersabda, “Engkau berjanji kepadaku untuk datang diwaktu tadi, akupun duduk menantimu, namun engkau tidak kunjung datang”. Jibril memberikan alasan,”Anjing yang tadi berada dalam rumahmu mencegahku untuk masuk, karena kami tidak akan masuk ke sebuah rumah yang didalamnya ada anjing dan tidak pula masuk ke rumah yang ada gambar” (HR. Muslim, no.5478)

Demikian semoga kita lebih berhati-hati lagi dalam memilih hewan peliharaan, insyaAllah.

Sumber : Kitab Al-Umm, buku 5, Pembahasan : Jual Beli, Edisi lengkap, Pustaka Azzam.

 1,542 total views,  1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat