Nabi Yunus mendapat Murka Allah Karena Meninggalkan Dakwah

Bismillah,

Sahabat Mabrur, kali ini saya ingin mengajak kita semua belajar dari kisah nabi Yunus as, 950 tahun berdakwah (perkampungan Ninawa, kota mosul Irak), mensyiarkan tauhid, namun tiada kaumnya yang mau beriman. Sudah ratusan tahun berdakwah tiada satupun kaumnya yang mengikuti dakwahnya, akhirnya kekesalan nabi Yunus memuncak, dalam keadaan marah nabi Yunus as akhirnya meninggalkan kaumnya dalam keadaan kafir dan memilih mencari negeri lain dengan harapan akan menghabiskan waktu untuk beribadah kepada Allah swt dengan tenang.

nabi yunus

Sebelum meninggalkan kaumnya, nabi Yunus berdoa yg intinya “mendoakan agar orang-orang kafir binasa semua yang ada dimuka bumi ini (QS. Nuh 26-28). Dan doa nabi Yunus pun dikabulkan Allah. Allah Swt mengirimkan bencana (hujan yang lebat, sehingga banjir dimana-mana sampai gunung pun tenggelam oleh air) Allah Swt selamatkan nabi Yunus dan keluarganya dari kaum yang telah mendustakan ayat-ayat Allah. (QS. Anbiya’ 76-77)

Setelah beberapa hari meninggalkan kaumnya, nabi Yunus as akhirnya menaiki sebuah kapal yang akan berlayar ke negeri seberang, awal perjalanan pelayaran itu aman damai tiada suatu masalah, cuaca tenang. Namun tak lama kemudian, mulailah badai datang mengguncang. Nahkoda kapal memutuskan untuk mengurangi jumlah penumpang kapal dengan cara mengundi, singkat cerita setelah 3x undian tetaplah nama nabi Yunus yang keluar dan nabi Yunus harus keluar dari kapal, melompat ke laut dan akhirnya ditelan ikan paus.

Para ulama berbeda pendapat tentang berapa lama Yunus berada didalam ikan paus tersebut, Qotadah menyatakan 3 hari, Ja’far Ash-Shodiq menyatakan 7 hari, sementara Abu Malik dan Sa’id bin Abil Hasan mengatakan 40 hari, Wallahu a’lam. (Al-Bidayah wan Nihayah, 1/339)

Coba perhatikan dari kisah ini, didalam gelapnya malam, didalam gelapnya lautan dan didalam gelapnya perut ikan paus justru ketika itulah nabi Yunus bisa menemukan cahaya Allah Swt, dzikir tidak putus-putusnya, ingat kepada Allah dan memohon ampun atas perbuatan dosanya, dan dzikir yang sangat terkenal tersebut yaitu :

Laa ilaa hailla anta subhanaka inni kuntu minadzholimiin (QS. Al-Anbiya:87)

artinya : Tiada Tuhan (yang pantas disembah) kecuali Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang dzolim.

Didalam hadist yang lemah, diriwayatkan dari Ibnu Jarir Ath-Thabrani, Ibnu Abi Hatim dan Al-Bazzar, disebutkan bahwa Allah Swt murka kepada nabi Yunus karena meninggalkan tugas dakwah kepada kaumnya. Namun Allah Swt yang Maha Pengampun telah mengampuni nabi Yunus as karena siang malam telah berzikir mengakui kedzolimannya.

Maka sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak bertasbih (mengingat Allah), niscaya ia akan tetap didialam perut ikan itu sampai hari kebangkitan (QS. Ash-Shofat :143-144)

Pesan :

  1. Tugas kita manusia adalah sebagai khalifah, meneruskan tugas para nabi, dakwah Illallah terus hingga ajal menjemput. Sampaikan tauhid kepada seluruh manusia agar beriman kepada Allah Swt.
  2. Jangan sampai kita mengalami 3 kegelapan nabi Yunus as, baru kita ingat kepada Allah Swt. InsyaAllah.
  3. Banyak-banyak mengingat Allah (bertasbih/dzikrullah) agar selamat dihari kebangkitan

 37,373 total views,  4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat