Macam-macam Riba dan Ancamannya

Bismillah,

Sahabat Mabrur yang dirahmati Allah Swt, Riba secara arti adalah Lebih atau Bertambah, dan riba itu sendiri terbagi menjadi 73 tingkatan, dosa riba yang paling ringan adalah seperti memperkosa ibunya sendiri. Sebegitu kerasnya larangan riba ini seperti yang dijelaskan hadits berikut :

Abdulllah bin Mas’ud ra mengutarakan, Muhammad Rosulullah Saw bersabda, “Riba itu memiliki 73 bagian. Bagian paling ringan adalah seperti halnya seseorang meniduri ibunya. Dan sejahat-jahatnya riba adalah laksana seseorang yang mengganggu kehormatan orang muslim” (HR. Ibnu Majah dan Hakim)

2016-07-25-07.03

Suap Termasuk Perbuatan Riba

Abi Umamah ra mengungkapkan, Muhammad Rosulullah Saw bersabda,”Barang  siapa memberi jasa perantara kepada seseorang untuk melepaskan dirinya dari hukuman, kemudian orang (yang dilepaskan) itu memberi hadiah kepadanya, dan diterimanya, maka sesungguhnya ia telah memasuki suatu pintu besar diantara pintu-pintu riba” (HR. Ibnu Majah)

Riba Mendatangkan Bencana

Ibnu Abbas berkata, Muhammad Rosulullah Saw bersabda, “Apabila riba telah merata di seluruh kampung, berarti mereka telah menghalalkan azam Allah terhadap diri mereka” (HR. Hakim)

Orang Yang Terkena Dosa Riba

Dari Jabir ra menyatakan, Muhammad Rosulullah Saw melaknat pemakan riba, pembayarannya, penulisnya, dan dua orang saksinya. Dan beliau bersabda, “Orang itu semua sama saja” (HR. Muslim)

Jenis-Jenis Riba :

  1. Riba Fadhli, yakni pertukaran barang sejenis yang tidak sama timbangannya, misal : cincin emas 22 karat 10 gram ditukar dengan 11 gram, kelebihan 1 gram itu adalah ribanya.
  2. Riba Qordhi, yakni pinjam meminjam, namun minta dilebihkan pengembaliannya, misal : pinjam 5.000 kembali 7.000, kelebihan 2.000 adalah ribanya.
  3. Riba Yad, yakni jual beli barang sejenis, namun penjual dan pembeli berpisah sebelum serah terima barang, misal penjualan kacang tanah, dimana kacangnya masih didalam tanah.
  4. Riba Nasa’, yakni perjanjian jual beli dengan penyerahan barang beberapa waktu kemudian, misal membeli buah-buahan saat masih kecil dan diserahkan saat sudah besar (panen)

 

Dalam suatu kesempatan, seorang khotib Jum’at pernah menyampaikan tentang perbuatan syariah dan bukan syariah secara sederhana namun sangat mudah difahami, begini penjelasan Ustad :

  1. Dokter Konvensional, dengan ilmu yang dimilikinya melakukan injeksi (suntik) kepada pasien yang sakit, setelah diinjeksi pasien pun sehat.
  2. Dokter Syariah, dengan ilmu yang dimilikinya melakukan injeksi (suntik) kepada pasien yang sakit, tetapi sebelum menyuntikkan obat, sang dokter melafadzkan “Bismillah” terlebih dahulu dan setelah diinjeksi pasien pun sehat.

 

Demikian secara sederhana penjelasan ini kami sampaikan, semoga kita bisa faham dan meninggalkan perbuatan-perbuatan riba, selanjutnya memilih cara-cara syariah agar selamat fiddunya wal akhiroh. InsyaAllah.

 1,596 total views,  1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat