Kategori Orang Mati Syahid

Bismillah, Alhamdulillah…

Sahabat Mabrur yang di rahmati Allah Swt, hidup ini adalah sementara dan merupakan persinggahan, umur kita umat Rosulullah Saw ini hanya sekitar 60-70 tahun saja, sesuai hadits dari Abu Hurairah ra, bahwa Rosulullah Saw bersabda, “Umur umatku antara 60 hingga 70 tahun dan sedikit yang melampauinya” (HR. Tirmidzi)… cek cek…sudah berapa umur kita ya 🙂

Bicara tentang kematian, Al-Quran surat Ali Imran 102 telah menjelaskan yakni “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa, dan janganlah kalian mati melainkan dalam keadaan muslim (berserah diri)”.

mati-tenggelam

Sering kita dengar orang mendoakan semoga meninggal dalam keadaan khusnul hotimah (meninggal dalam keadaan baik), salah satu cara meniggal yang baik adalah mati syahid, berikut adalah beberapa kategori orang yang mati syahid menurut hadits, sbb :

Hadits riwayat Ahmad dan Nasa’i :

  1. Meninggal terkena wabah penyakit (Al Math’un)
  2. Meninggal karena tenggelam
  3. Meninggal karena sakit radang selaput dada (sebagian mengatakan paru-paru)
  4. Meninggal karena sakit perut (Al Mabthun)
  5. Meninggal karena terbakar
  6. Meninggal karena ditimpa reruntuhan/longsor
  7. Wanita meninggal saat mengandung (sebagian mengatakan melahirkan)

 

Hadits riwayat Ahmad dan Tirmidzi :

  1. Meninggal terbunuh karena membela hartanya
  2. Meninggal terbunuh karena membela agamanya (fi sabilillah)
  3. Meninggal terbunuh karena darahnya
  4. Meninggal terbunuh karena membela keluarganya

 

Orang yang mati Syahid tidak perlu dimandikan :

Sabda Rosulullah Saw, “Jangan kalian memandikan mereka (orang yang mati syahid dalam Jihad) karena setiap luka dan setiap darah akan mengeluarkan minyak beraroma kasturi di Hari Kiamat” (HR. Ahmad)

 

Boleh minta mati syahid, dalilnya adalah sbb :

  1. Sahal bin Abu Umamah mendengar dari bapaknya yang mendapatkan cerita dari kakeknya, bahwa Muhammad Rosulullah Saw bersabda, “Barang siapa memohon kepada Allah dengan sungguh-sungguh ingin mati syahid, maka Allah menaikkan (derajatnya) ke tingkatan para syuhada, sekalipun kenyataanya dia mati biasa ditempat tidur” (HR. Muslim)
  2. Anas bin Malik ra menerangkan, Muhammad Rosulullah Saw bersabda, “Siapa yang sungguh-sungguh ingin mati syahid, dia akan diberi pahala seperti pahala orang mati syahid, meskipun dia tidak mengalami mati syahid yang sesungguhnya” (HR. Muslim)

 

Mati adalah pasti, Syahid adalah pilihan… salam Jumat mubarok…

Sumber : 1. Ringkasan Fikih Sunnah Sayyid Sabiq, Syaikh Sulaiman Ahmad Yahya Al-Faifi, 2. Buku Pintar Hadits, Prof. Dr. H. Mohammad Baharun.

 2,244 total views,  2 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat