Hukum Sholat Jumat Bagi Wanita

Bismilillah, Alhamdulillah…

Sahabat Mabrur yang dirahmati Allah Swt, apakabar semuanya… semoga slalu dalam keadan sehat yaa.. aaminn. Pada kesempatan kali ini kami akan menyampaikan penjelasan tentang hukum sholat jumat bagi wanita. Hal ini sering sekali ditanya oleh jamaah ibu-ibu saat kami sedang melaksanakan ibadah Umroh.

Jamaah sekalian, seorang wanita tidak diwajibkan menghadiri sholat Jum’at. Para ulama telah sepakat bahwa wanita tidak diwajibkan menghadiri sholat Jum’at, namun wanita diperbolehkan menghadiri sholat Jum’at dan sholat Jum’at tersebut sudah mencukupinya (menggugurkan kewajiban sholat Dzuhur), banyak hadits-hadits menjelaskan tentang hal ini, diantaranya :

  • Dari Thariq bin Syihab, dari Nabi Saw, beliau bersabda, “Sholat Jum’at adalah kewajiban atas setiap muslim (yang dilakukan) secara berjamaah, kecuali kepada empat orang, yaitu : hamba sahaya, wanita, anak kecil dan orang sakit” (HR. Abu Dawud, no. 1067) hadits ini hasan dari berbagai jalannya.
  • Dari Ummu Hisyam binti al-Harits ra, ia berkata, “Tidaklah aku hafal surat Qaaf kecuali dari mulut Rosulullah Saw, beliau berkhutbah dengannya pada setiap hari Jum’at” (HR. Muslim, No. 837 dan An-Nasa’i, No. 1411)
  • “Aku menghafal surat Qaaf wal Qur-aanil Majiid dari mulut Rosulullah Saw pada hari Jum’at yang biasa beliau baca…” (HR. Muslim, No.782 dan an-Nasa’i No. 949)

Hal-hal yang dilakukkan seorang wanita didalam Masjid sebelum khutbah dimulai :

  1. Sholat Tahiyyatul Masjid, riwayat dari Jabir ra, ia berkata : “Seseorang datang ketika Nabi Saw sedang berkhutbah di hadapan orang-orang pada hari Jum’at, lalu beliau bertanya, ‘apakah engkau telah melakukan sholat wahai fulan ?’ Ia menjawab, ‘belum’, Rosulullah berkata, ‘Berdirilah dan lakukan sholat dua raka’at” (HR. Bukhori, No. 930 dan Muslim, No. 875)
  2. Dilarang membuat perkumpulan (Halaqoh), dari Amr bin Syu’aib dari ayahnya, dari kakeknya, bahwasanya Rosulullah Saw belarang membuat halaqoh pada hari Jum’at” (HR. Abu Dawud, No. 1097) sanadnya hasan

Hal-hal yang dilakukan ketika Khutbah berlangsung :

  1. Wajib mendengarkan khutbah, seseorang yang mengikuti sholat Jum’at diwajibkan mendengarkan khutbah secara khusyu, atau jika dia tidak dapat mendengarkannya khutbah tersebut karena sebab tertentu, maka dibolehkan untuk membaca al-Quran atau berdzikir didalam hatinya. Sabda Rosulullah Saw, “Ada 3 kelompok orang yang datang menghadiri (khutbah) Jum’at. 1.Seseorang yang datang menghadiri Jum’at sambil main-main, maka hanya main-mainlah bagian untuknya dari hadirnya pada sholat Jum’at, 2.seseorang menghadirinya sambil berdoa, maka ia adalah seseorang yang memohon kepada Allah, jika Allah menghendaki maka Allah akan memberinya, dan jika Allah menghendaki, maka Allah akan menahannya, dan 3. seseorang yang datang menghadirinya dengan penuh kekhusyu’an mendengarkan khutbah dengan tidak melangkahi pundak seorang muslim, juga tidak menyakiti seseorang, maka sholat Jumatnya itu adalah penghapus dosa sampai Jumat yang akan datang dengan tambahan 3 hari” (HR. Abu Dawud No. 1113 dan Ahmad No II/214, dengan sanad hasan)
  2. Tidak bicara dengan orang lain, berdasarkan sabda Rosulullah Saw, “Jika engkau mengatakan kepada temanmu pada hari Jum’at, ‘Diam!’ sementara khotib sedang berkhutbah, maka engkau telah melakukan al-Laghwu‘” (HR. Bukhori, No. 934 dan Muslim, No. 851) Ket : Laghwu adalah sesuatu yang melalaikan dari khutbah sehingga hilanglah pahala sholat Jum’at, hanya saja ia boleh mengucapkan alhamdulillah didalam hatinya ketika ia bersin, demikian pula bersholawat kepada Nabi Saw ketika namanya disebutkan, juga mengamini doa imam. Adapun menjawab orang bersin dan menyuruh orang lain diam, maka kedua hal itu tidak dibenarkan.
  3. Tidak apa-apa berbicara sebelum khutbah atau selesai khutbah, dan diantara kedua khutbah, yaitu ketika khotib sedang diam. Karena larangan bicara dibatasi dengan khutbah berlangsung.
  4. Tidak boleh melangkahi pundak-pundak wanita lainnya, kecuali untuk mengisi kekosongan shoff, atau dengan tujuan kembali kepada tempatnya semula ketika ia keluar karena kebutuhan tertentu. Sabda Rosulullah Saw kepada seseorang yang melangkahi pundak-pundak orang lain, “Duduklah, karena engkau telah menyakiti yang lain, sedangkan engkau datang terlambat” (HR. Abu Dawud, No. 1118 dan An-Nasa’i, No. III/103, dan Ahmad, No. IV/188 dengan sanad yang hasan). Hadits lain yang menyebutkan “Barangsiapa yang berbuat sia-sia, dan melangkahi pundak-pundak orang lain, maka ia hanya mendapat pahala sholat Dzuhur” (HR. Abu Dawud, No. 347 dan Ibnu Khuzaimah, No.1810 dengan sanad yang hasan)
  5. Dilarang memisahkan diantara 2 orang yang sedang duduk. Dijelaskan dalam hadits Salman ra secara mafru : “Kemudian ia pergi dengan tidak memisahkan diantara 2 orang… ia akan diampuni (dosanya) antara Jum’at ini sampai Jumat berikutnya” (HR. Bukhori, No.883 dan Abu Dawud, No. 1113)
  6. Dilarang menyuruh orang berdiri, sementara ia duduk. Hal ini berdasarkan sabda Rosulullah Saw, “Pada hari Jumat janganlah salah seorang diantara kalian menyuruh saudaranya untuk berdiri, kemudia ia menuju tempat duduknya dan duduk disana. Akan tetapi hendaklah ia berkata, ‘lapangkanlah'” (HR. Muslim, No. 2177 dan Ahmad, no. III/295) maksud lapangkanlah yaitu menggeser posisi duduk dan memberikan kesempatan untuk duduk disebelahnya.
  7. Boleh pindah duduk dengan alasan mengantuk, sesuai hadits Nabi Saw, “Jika salah seorang diantara kalian merasa mengantuk pada hari Jum’at, maka pindahlah dari tempatnya itu” (HR. Abu Dawud, No. 1119 dan At-Tirmidzi, No. 526, dan Ahmad, No. I/22, hadist hasan dari berbagai jalan)

Demikian yang dapat kami sampaikan, hal-hal terkait dengan sholat Jum’at. Semoga bermanfaat adanya.. Terima kasih.

baca juga : Sunnah dihari Jum’at

Sumber : Ensiklopedi Fiqh Wanita, Jilid 1, Abu malik Kamal bin As-Sayyid Salim, Pustaka Ibnu Katsir

 1,121 total views,  1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat