Hukum Aqiqah Setelah Dewasa

Aqiqah

Bismillah,

Sahabat Mabrur, saya telah membaca 2 pendapat tentang hukum akikah setelah dewasa, pertama pendapat Imam Nawawi dan kedua pendapat Syekh Ibnu Baz, yakni sbb :

1. Pendapat Imam Nawawi

Aqiqah tidak luput jika lewat dari 7 hari, tapi sebaiknya tidak ditunda hingga baligh. Abu Abdillah al-Busyanji dari kalangan mazhab Syafi’i berkata,”Jika tidak disembelihkan pada hari ke 7, maka disembelihkan pada hari ke 14, jika tidak maka disembelihkan pada hari ke 21″.

Diriwayatkan dari Rosulullah Saw bahwa beliau mengaqiqahkan dirinya sendiri setelah menjadi nabi. Mereka meriwayatkan nashnya dalam kita al-Buwaithi bahwa Rosulullah Saw tidak melakukan itu, mereka menganggap aneh.

Saya (Imam an-Nawawi) mengatakan,”Saya telah melihat nashnya dalam kita al-Buwaithi yang sama, ia berkata,”orang yang telah dewasa tidak aqiqah”, seperti ini bunyi teksnya, tidak bertentangan dengan keterangan diatas karena maknanya : orang yang telah dewasa tidak mengaqiqahkan orang lain. Dalam teks ini tidak terdapat penafian bahwa seseorang boleh mengaqiqahkan dirinya sendiri” Wallahu a’lam. (Imam Nawawi, Raudhat ath-Thalibin wa ‘Umdat al-Muftin, juz III (al-Maktab al-Islamy, 1405H) hal.229.

2. Pendapat Syekh Ibnu Baz

  1. Dianjurkan mengaqiqahkan diri sendiri, karena aqiqah itu sunnah mu’akadah dan seorang anak tergadai dengan aqiqahnya.
  2. Tidak ada aqiqah baginya, tidak disyariatkan baginya aqiqah, karena aqiqah itu sunnah pada tanggung jawab bapaknya.
  3. Ia boleh mengaqiqahkan dirinya sendiri, tapi tidak dianjurkan. Karena hadits-hadits yang ada tentang aqiqah itu ibadah mendekatkan diri kepada Allah Swt, berbuat baik untuk anak dan melepaskan ikatan gadai anak, maka disyariatkan bagi seorang bapak mengaqiqahkan anak, seorang ibu mengaqiqahkan anaknya, juga kerabat selain kedua orang tua. Allah Penolong (memberikan) taufiq. (Majmu’ Fatawa Ibn Baz, juz XXVI hal 267)

Kesimpulannya :

Berdasarkan pendapat diatas, maka boleh hukumnya seseorang meng-aqiqahkan dirinya sendiri setelah dewasa. Terlebih lagi ada hadist yang mengatakan bahwa Rosulullah Saw meng-aqiqahkan dirinya setelah ia diutus menjadi nabi. Hadits ini dinyatakan shahih oleh al-Albani dalam as-Silsilah ash-Shahihah juz VI hal 229.

Hadits-hadits lain mengenai Aqiqah :

  1. ‘Aisyah ra menyatakan, bahwa Rosulullah Saw menyuruh kita menyembelih aqiqah untuk anak laki-laki 2 ekor kambing dan untuk anak perempuan 1 ekor kambing. (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
  2. Muhammad Rosullah Saw bersabda,”Anak yang baru lahir menjadi titipan sampai disembelihkan baginya aqiqah pada hari ke-7 dari kelahirannya. Dan pada hari itu juga hendaklah dicukur rambutnya dan diberi nama” (HR. Ahmad & Tirmidzi)
  3. Muhammad Rosullah Saw bersabda,”Barang siapa diantaramu ingin beribadah tentang anaknya, hendaklah disembelihkan untuk anak laki-laki 2 ekor kambing, dan untuk anak perempuan 1 ekor kambing” (HR. Ahmad, Abu Dawud & Nasa’i)

Semoga informasi ini bermanfaat bagi kita, khususnya tentang pentingnya perintah aqiqah. Semoga Allah Swt menghimpun kita disyurga-Nya kelak.. amin.

 2,364 total views,  1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat